Oleh : Windah Mujaharoh ( Siput Senja )
Secercah muara sinar
Terkikis beningnya deras air
Mengalir terurai bersama deru ombak
Keruhnya sang ombak
Langit kelabu seakan membawa serpihan hati yang terkikis
Kamis, 21 April 2016
Kasih Bunda
Oleh : Windah Mujaharoh ( Siput Senja )
Sesejuk embun melintas di pelupuk mata
Dibalut aroma nan sewangi bulir melati
Linangi pipi dibulir setitik air mata
Meraih tangan keriput itu yang renta
Rasakan lembut buai kasih kala kau belai
Sesejuk embun melintas di pelupuk mata
Dibalut aroma nan sewangi bulir melati
Linangi pipi dibulir setitik air mata
Meraih tangan keriput itu yang renta
Rasakan lembut buai kasih kala kau belai
Persoalan Klasik Negeri
Oleh : Windah Mujaharoh ( Siput Senja )
Hari demi hari, di mana kami terbendung oleh teriknya cahaya panas di siang hari
Kami diterka oleh panasnya kemelut jiwa
Tentang sebuah persoalan klasik negeri
Tantang sebuah api yang membara memakan panasnya jiwa
Kami menoleh diantara dedaunan yang rontok makin terkikis
Hari demi hari, di mana kami terbendung oleh teriknya cahaya panas di siang hari
Kami diterka oleh panasnya kemelut jiwa
Tentang sebuah persoalan klasik negeri
Tantang sebuah api yang membara memakan panasnya jiwa
Kami menoleh diantara dedaunan yang rontok makin terkikis
Senja Bersama Lara
Oleh : Windah Mujaharoh ( Siput Senja )
Hari ini, sejak sang mentari torehkan sejuta cinta
Aku terombang-ambing sang waktu
Musnah...
Seakan sekejap ditelan waktu
Mentari pun kini enggan bersahabat
Hari ini, sejak sang mentari torehkan sejuta cinta
Aku terombang-ambing sang waktu
Musnah...
Seakan sekejap ditelan waktu
Mentari pun kini enggan bersahabat
Rindu Ayah
Oleh : Windah Mujaharoh ( Siput Senja )
Malam ini aku bersimpul
Memandang langit yang begitu kelam
Mendung tak bernyawa
Sepucuk rembulan yang menjadikanku tuk tetap kokoh
Di jalan yang kini aku lalui
Melukis wajahmu yang tak pernah kusapa
Malam ini aku bersimpul
Memandang langit yang begitu kelam
Mendung tak bernyawa
Sepucuk rembulan yang menjadikanku tuk tetap kokoh
Di jalan yang kini aku lalui
Melukis wajahmu yang tak pernah kusapa
Senin, 18 April 2016
Pemikiran Pendidikan Islam Menurut Ibnu Khaldun
A. Biografi Ibnu Khaldun
Nama lengkapnya Abdullah Abdurrahman Abu Zayd Ibn Muhammad Ibn Khaldun.
Beliau lahir di Tunisia pada tanggal 1 Ramadhan 732 H (27 Mei 1332 M) dan wafat
di Kairo pada tanggal 25 Ramadhan 808 H (19 Maret 1406 M).[1]
Ayahnya bernama Abu Abdullah Muhammad. Keluarganya berasal dari Hadhramaut
dan silsilahnya sampai kepada seorang sahabat Nabi yang bernama Wayl ibn Hujr
dari kabilah Kindah.
Senin, 28 Desember 2015
Perkembangan Masa Anak-Anak Awal
A.
Perkembangan
masa anak
1.
Perkembangan fisik
Dalam perkembangan ini mencakup aspek-aspek anatomis
dan fisiologis. Dalam perkembangan anatomis ditunjukkan dengan adanya perubahan
kuantitatif pada struktur tulang-belulang indeks tinggi dan berat badan,
proporsi tinggi kepala dengan tinggi garis keajegan badan secara menyeluruh.
Langganan:
Postingan (Atom)